Diskusi Panel : "Transformasi Budaya Membangun Manusia Indonesia Berkesadaran Ilmu Pengetahuan"

-Dalam Rangka Peringatan Dies Natalis ke-53 ITB
-Sabtu, 31 Maret 2012 di Aula Barat ITB
-Kerjasama ITB dengan Yayasan Suluh Nuswantara Bakti

SINOPSIS Sebagai Perguruan Tinggi Teknologi tertua di Indonesia, ITB merasakan betapa sampai sejauh ini, dalam berbagai kebijakan dan wacana sosial dan implementasi ke dalam kehidupan politik dan budaya, teknologi seringkali diasosiasikan dengan high cost economy, dipersepsikan sebagai perusak moralitas generasi, dan bahkan dilawankan dengan budaya. Padahal teknologi pada hakikatnya adalah suatu sine qua non dari kemajuan budaya dan peradaban bangsa (Eric D. Beinhocker: The Origin of Wealth, 2007; Zuhal: Knowledge & Innovation, 2010). Berhubung dengan alasan-alasan tersebut, ITB bersama Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) bersepakat untuk menyelenggarakan Diskusi Panel mengenai peran budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan manusia, dengan judul Transformasi Budaya Untuk Membangun Manusia Indonesia Berkesadaran Ilmu Pengetahuan.

KEGIATAN Diskusi Panel disusun dengan 3 topik bahasan sebagai berikut:

I. Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Masa Depan

  • Bambang Wibawarta
  • Bambang Hidayat

II. Manusia Indonesia dan Etika Ekosistem Abad ke-21

  • Pontjo Sutowo
  • Imam Buchori Z.

III. Transformasi Budaya Bangsa

  • Irawan Djoko Nugroho
  • Yasraf Amir Piliang

Topik I, dikemukakan dan dibahas mengenai hakikat budaya serta ilmu pengetahuan yang harus dikuasai oleh bangsa Indonesia guna membangun kemajuannya. Budaya bangsa yang telah tumbuh hanya dapat dibangun kemanfaatannya untuk terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran jika terdapat proses pembelajaran menuju penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan tesa tersebut maka kesadaran untuk berpengetahuan dan menggunakannya guna membangun nilai kehidupan bangsa adalah amat penting dalam menyongsong kehidupan ke depan yang sangat kompleks dengan tantangan. Dengan tesa tersebut pula maka saatnya untuk menggalang kekuatan serta kebersamaan dari seluruh unsur bangsa guna menyiapkan berbagai cara serta pemikiran konstruktif untuk membangun budaya masyarakat yang cerdas, masyarakat yang mempunyai tradisi belajar dan menggunakan ilmu pengetahuan sebagai identitas nilai-nilai kehidupannya. Kiranya kita tidak perlu tenggelam pada masa lalu, bukan untuk meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa, sebaliknya kita harus menatap tantangan ke depan, guna terwujudnya bangsa Indonesia yang besar di masa yang akan datang.

Topik II, ditunjukkan betapa ilmu pengetahuan bukan saja telah merubah peradaban manusia, tetapi juga telah amat berpengaruh pada “sosok” sistem dan lingkungan di muka bumi di mana manusia tumbuh dan berkembang. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti telah mempengaruhi berbagai aspek dan dimensi kehidupan, vertikal maupun horisontal. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah pula menunjukkan bagaimana kebudayaan berubah dalam dimensi ruang dan waktu, saling berkejaran satu terhadap yang lain. Dapat ditunjukkan pula bagaimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan hanya mengubah nilai-nilai manusia, tetapi juga berpengaruh amat penting pada perubahan nilai lingkungan alam semesta. Dan sebaliknya, setiap unsur dalam alam semesta telah pula memacu perkembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi yang pada gilirannya berkontribusi amat penting pada kemajuan budaya hingga peradaban. Kiranya kita dapat menyepakati bahwa oleh karena kemajuan ilmu pengetahuan pula maka globalisasi (dunia tanpa batas) adalah bentuk perkembangan jaman yang tidak dapat ditolak kehadirannya. Guna meyakini hal ini maka amat perlu ditelaah berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan/atau kehadiran berbagai inovasi teknologi serta implikasinya pada perubahan nilai-nilai kehidupan beserta lingkungannya jauh ke depan. Dengan demikian pula akan dapat diketahui trend kehidupan bangsa-bangsa di dunia beserta lingkungan alam semestanya. Pada gilirannya, kita akan pula melihat tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia beserta alam dan tanah-airnya dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus bergerak. Perlu disadarkan betapa sistem dan lingkungan (ekosistem) adalah “rumah” bagi tumbuhnya nilai-nilai kehidupan ke depan. Hanya dengan kombinasi yang cerdas mengenai tradisi, budaya dan penguasaan ilmu pengetahuan maka akan diwujudkan ekosistem masa depan sebagai “rumah tinggal” yang menjamin kesejahteraan serta keadilan pada penghuninya.

Topik III, diharapkan dapat dikemukakan hakikat serta peran pendidikan ilmu pengetahuan dalam membangun tradisi serta budaya yang mendukung terwujudnya kemajuan bangsa. Contoh-contoh mengenai kekurangan maupun keunggulan tradisi dan budaya dalam menjalankan perannya membangun bangsa-bangsa di dunia dapat dikemukakan. Dalam kaitannya dengan bangsa Indonesia, bahwa budaya maritim dapat dikemukakan sebagai milestone kemajuan yang kemudian “hilang” pada bangsa ini. Pada hakikatnya seluruh suku bangsa di wilayah Nusantara menyimpan potensi kurang maupun lebihnya. Dalam memahami budaya bangsa, hendaknya tidak terjebak oleh pemahaman yang sempit dan keliru – kita perlu melepaskan dimensi ruang maupun waktu. Budaya bangsa Indonesia adalah meliputi budaya semua suku-suku yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Demikian pula, budaya bangsa Indonesia telah tumbuh seperti keadaannya pada saat ini melalui proses interaksi yang sangat kompleks dan panjang atas berbagai kultur suku sejak ribuan tahun yang lalu. Kita perlu memelihara, bahkan membangun secara terus-menerus, kesadaran kita sebagai bangsa yang merupakan perwujudan hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saatnya kita mencermati keunggulan-keunggulan yang tersebar pada nilai-nilai budaya dari berbagai suku bangsa yang tersebar pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai akhir dari diskusi panel, pada saatnya nanti, akan diformulasikan bagaimana bangsa ini membangun budayanya untuk terwujudnya kesejahteraan yang dicita-citakan. Guna tercapainya tujuan dari diskusi, dari hasil-hasil yang diperoleh pada diskusi panel di atas, dapat ditetapkan langkah-langkah lanjutan (roadmap), yang sekurang-kurangnya dalam bentuk seri diskusi berikutnya yang perlu dirancang guna mendapatkan pemikiran-pemikiran pemecahan permasalahan bangsa yang lebih konstruktif dan kontinum. Untuk itu perlu pula segera dibahas dan disetujui suatu roadmap pembangunan pemikiran mengenai budaya bangsa Indonesia ke depan. Termasuk di dalamnya adalah berbagai upaya berlanjut yang perlu dilakukan oleh bangsa ini untuk terwujudnya daya saing dan martabat bangsa.

Susunan Acara dapat dilihat disini :

Waktu

Menit

Kegiatan Person
07.00 – 07.45 45’ Pendaftaran dan Registrasi
07.45 – 08.00 15’ Announcement dan Persiapan Acara Dimulai MC dari pihak ITB
08.00 – 08.05 5’ Laporan Kegiatan Ketua Pelaksana : Yan Yan Sunarya
08.05 – 08.10 5’ Sambutan 1 Ketua MGB ITB : Prof. Harijono A. Tjokronegoro
08.10 – 08.15 5’ Sambutan 2 YSNB : Ir. Iman Sunario
08.15 – 08.20 5’ Sambutan 3 & Pembukaan Rektor ITB : Prof. Akhmaloka
08.20 – 08.30 10’ Resital Musik Akustik
08.30 – 08.50 20’ Rehat
Konferensi Pers YSNB, Rektor ITB, Ketua MGB ITB, Dekan FSRD ITB
Topik I : Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Masa Depan
08.50 – 09.30 40’ Pembicara I Dr. Bambang Wibawarta
09.30 – 10.10 40’ Pembicara II Prof. Bambang Hidayat
10.10 – 10.50 40’ Tanya Jawab Moderator : Prof. Djoko Suharto
Topik II : Manusia Indonesia dan Etika Ekosistem Abad ke-21
10.50 – 11.30 40’ Pembicara I Pontjo Sutowo
11.30 – 12.10 40’ Pembicara II Imam Buchori Z.
12.10 – 12.50 40’ Tanya Jawab Moderator : Prof. Paulus Wirutomo
12.50 – 13.50 60’ Ishoma
13.50 – 14.00 10’ Pembacaan Puisi Dr. Acep Iwan Saidi
Topik III : Transformasi Budaya Bangsa
14.00 – 14.40 40’ Pembicara I Irawan Djoko Nugroho
14.40 – 15.20 40’ Pembicara II Dr. Yasraf Amir Piliang
15.20 – 16.00 40’ Tanya Jawab Moderator : Prof. Doddy Abdassah
16.00 – 16.15 15’ Rehat
16.15 – 16.30 15’ Kesimpulan dan Penutup Ketua Komisi Permasalahan Bangsa MGB ITB :

Prof. Safwan Hadi dan Tim Perumus

Penyelenggara dan Pelaksana : Majelis Guru Besar ITB, Yayasan Suluh Nuswantara Bakti, Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan dan Alumni c.q. Direktorat Humas dan Alumni ITB, dan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

SEKRETARIAT

Direktorat Humas dan Alumni Institut Teknologi Bandung Jalan Tamansari 64 Bandung. Telp/fax : 022-2500935

Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10 Bandung. Telp/fax : 022-2501214 / 022-2534162 Kontak : Yeni Suryani, S.Kom. & M. Agus Zakaria, SE.

MATERI DISKUSI PANEL

Materi diskusi panel dapat diunduh disini : MATERI DISKUSI

Berita Terkait