The Gathering of Histories, “International Seminar on Art History and Visual Culture in Southeast Asia”, 12-13 November 2012

Program Studi Seni Rupa dan Desain FSRD ITB telah menyelenggarakan acara The Gathering of Histories “International Seminar on Art History and Visual Culture in Southeast Asia” atau Silaturahmi Sejarah “Seminar Internasional Sejarah Seni Rupa dan Kebudayaan Visual di Asia Tenggara” pada tanggal 12-13 November 2012 cheap levitra without prescription di Ruang Seminar FSRD ITB, dengan susunan acara sebagai berikut:

Ceramah Utama
Fokus: Sejarah Seni Rupa di Asia Tenggara
Senin, 12 November 2012, pukull 0.00 – 17.30 WIB
Tempat: Ruang Seminar, FSRD ITB, JI. Ganesha no. 10 Bandung

Sub-tema: “Sejarah Seni Rupa dalam Konteks Pendidikan Tinggi”
Pembicara: Prof. Mark Ledbury (Australia) dan Dr. Yustiono (Indonesia)
Penanggap: Sutee Kunavichayanont (Thailand)

Penulisan Sejarah Seni Rupa: Antara Nasional dan Regional”
Pembicara: Dr. Adele Tan (Singapura) dan Aminudin TH Siregar, M.5n (Indonesia)
Penanggap: Nguyen Quan (Vietnam)

“Pendekatan Komparatif terhadap Sejarah: Manfaat dan Keterbatasannya”
Pembicara: Prof. John Clark (Australia) dan Jim Supangkat (Indonesia)
Penanggap: Dr. Thomas Berghuis (Australia)

Presentasi Makalah (Paralel)
Fokus: Sejarah Seni Rupa dan Kebudayaan Visual di Asia Tenggara
Selasa, 13 November 2012, pukull 0.00 – 16.00 WIB
Tempat: Ruang S2-A dan S2-B, FSRD ITB, JI. Ganesha no. 10 Bandung
Sub-tema: “Sejarah Seni Rupa dan Kebudayaan Visual di Asia Tenggara”

Sub-tema ini berfokus pada pertemuan dan persilangan kajian sejarah seni rupa dan kebudayaan visual, termasuk telaah yang berpijak pada objek-objek seni rupa (lukisan, patung, cetak grafis, dll.) dan kebudayaan visual secara lebih luas (iklan, film, disain produk, kemasan, dll.) dalam konteks masyarakat tradisi “Interpretasi dan Rekontekstualisasi Sejarah Kebudayaan di Era Global” Sub-tema ini mempersoalkan penulisan sejarah kebudayaan secara luas, terutama dalam kaitan dengan perubahan-perubahan sosial, kultural, ekonomi dan politik yang disebabkan oleh proses globalisasi di Asia Tenggara.

Berita Terkait