Audit dan Forensik Seni, Sains, Teknologi

Setelah sukses dengan seminar pertama yang berjudul Peran Sains dalam Memprediksi Peristiwa Sosial  pada tahun 2012, diikuti seminar kedua dengan tema Forensik dalam Perspektif Sosioteknologi pada tahun 2013, Kelompok Keilmuan Ilmu-ilmu Kemanusiaan FSRD ITB kembali menyelenggarakan seminar dengan tema Forensik dan Audit Seni, Sains dan Teknologi. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Rabu 11 Juni 2014.

Seminar ini menghadirkan Ir. Yanto Sugiharto, M. Sc. (BPPT) yang membicarakan Audit Sains dan Teknologi. Dalam presentasinya Yanto membahas implikasi perkembangan teknologi terhadap kehidupan masyarakat melalui kajian audit teknologi. Pembicara kedua adalah Dr. Haryatmoko (Universitas Sanata Dharma) yang berbicara Perubahan Budaya dan Teknologi: Apa mempengaruhi Siapa. Dalam presentasinya dia Haryatmoko membicarakan kaitan perkembangan teknologi dengan perubahan kebudayaan. Ketiga Forensik Karya Seni: Jejak Lukisan Palsu yang dibawakan oleh Willy Himawan. Seharusnya makalah ketiga ini dipresentasikan Drs. Aminudin T. H., M. Sn. (FSRD-ITB) untuk mengenal lebih jauh konsep, metode dan cara kerja forensik seni dengan kasus Lukisan palsu Soedjojono.  Akan tetapi Aminudin tidak dapat hadir karena harus ke Belanda.

Forensik dan audit yang dimaksud dalam seminar kali ini adalah pengungkapan, pemeriksaan, dan penerapan fakta-fakta yang berhubungan dengan seni, sains dan teknologi yang berkaitan erat dengan hukum dan kriminal. Contoh isu yang sangat menonjol dalam forensik seni, sains, dan teknologi adalah transparansi, validasi, eksplorasi, dan interaksi-relevansi tugas dan masalah yang berkembang di tengah masyarakat umum secara ilmiah. Sebagai contoh adalah masalah pemalsuan karya seni dan pelanggaran HAKI.

Perubahan budaya dan teknologi, termasuk di dalamnya seni, mengakibatkan perubahan sosial yang sangat besar dan menyeluruh. Hal ini mendorong ilmu pengetahuan interdisipliner tumbuh dan mampu memprediksi, mengukur, menganalisis, mengaudit dan mencari solusi atas  apa yang ditimbulkan oleh perubahan budaya, sains, dan teknologi. Hal ini memunculkan pentingnya forensik dan audit seni, sains, dan teknologi.

KK Ilmu-ilmu Kemanusiaan ITB merasa bertanggungjawab dan berkepentingan terhadap masalah forensik dan audit seni, sains, dan teknologi. Sehubungan dengan itu seminar yang berjudul Forensik dan Audit Seni, Sains dan Teknologi ditinjau dari segi teknologi, budaya dan seni.

Misalnya, di bidang audit teknologi, transformasi rasionalitas menyebabkan perubahan pada struktur dasar pemaknaan bergeser bahwa ekonomi merupakan struktur dasar pada pemakaan. Akibat dari pergeseran tersebut terjadi suatu eksplorasi teknologi yang seharusnya melindungi kesejahteraan dan keselamatan manusia menjadi sebaliknya. Sebagaimana dicontohkan yang terjadi pada sarana dan prasarana publik yaitu kesalahan administrasi, permasalahan perawatan (maintenance), pelanggaran hak cipta/pemalsuan lukisan, dan regulasi pemerintah yang kurang tepat. Oleh karena itu tim audit/asosiasi auditor seni Indonesia menjadi sangat penting untuk mengukur kekuatan dan kelemahan aset teknologi atau keaslian dari suatu karya seni, kriya dan desain.

Hal ini juga disinggung Haryatmoko dari perspektif yang berbeda. Dia mengatakan bahwa peningkatan kualitas pada pemahaman makna dapat dilakukan dengan membuat sistem pada suatu organisasi, keluarga, institusi dan lain sebagainya, untuk mencapai suatu tujuan yang mengutamakan kepentingan dan kebermanfaatan untuk masyarakat yang lebih luas. Di bidang seni, forensic sangat penting dilakukan untuk mengungkapkan lukisan palsu. Willy Himawan mengatakan bahwa pemalsuan lukisan Soendjojono di dunia internasional begitu banyak. Oleh sebab itu, forensik seni sangat memiliki peranan penting untuk melihat otentisitas sebuah karya.

Seminar ini bertujuan untuk mempertemukan para akademisi dan praktisi yang memiliki kaitan dengan aplikasi forensik, seperti teknologi, politik, budaya, dan seni. Dalam seminar ini, kami menyediakan ruang dan kesempatan untuk berdiskusi tentang metode, aplikasi, dan sumber daya, serta berbagai masalah yang berkaitan dengan forensic dan audit. Peserta adalah dosen dari berbagai perguruan tinggi, peneliti, mahasiswa, pemerhati masalah sosial, instansi pemerintah dan swasta. Peserta pada seminar kali ini sekitar 170 orang.

 

Pembicara seminar

// < ![CDATA[
// < ![CDATA[
// < ![CDATA[
// Dr. Imam Santosa Dekan FSRD ITB

Ir. Yanto Sugiharto// < ![CDATA[
// < ![CDATA[
// // < ![CDATA[
// //

Berita Terkait