PAMERAN TRANSMISI NILAI-NILAI DALAM PERMAINAN DAN PERMAINAN TRADISIONAL SUNDA

Hasil Riset Program Doctoral FSRD ITB
Mohamad Zaini Alif
Promotor :
Dr. Agus Sachari.,M.Sn.
Prof. Dr. Setiawan Sabana., M.F.A
Dr. Imam Santoso.,M.Sn.

 

Dalam rangka menggali, mengembangkan, memasyarakatkan dan melestarikan permainan tradisional Nusantara khususnya yang berasal dari daerah Jawa Barat, diselenggarakan FESTIVAL KAULINAN URANG LEMBUR (KAULEM) 2015. Rangkaian kegiatan ini merupakan sinergi antara tiga pihak yang bekerja sama yaitu Dinas Parawisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Propinsi Jawa Barat, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Komunitas Hong.

Festival KAULEM 2015 menggelar acara pokok antara lain Perlombaan (Pasanggiri) Kaulinan Urang Lembur yang diikuti oleh para peserta yang mewakili kabupaten-kota se-Jawa Barat, Pameran Permainan Tradisional (Kaulinan Urang Lembur) dengan mempertunjukkan/mendisplay sekitar 200 (dua ratus) jenis mainan, permainan dan cara memainkan permainan tradisional. Mainan dan permainan tradisional memiliki konten pola pendidikan masyarakat leluhur yang mengajarkan hal-hal yang dibutuhkan anak melalui dunianya yaitu bermain (ecoedutainment).

Festival KAULEM 2015 ini dimaksudkan untuk mengenalkan kembali khasanah mainan dan permainan tradisional serta menggali nilai-nilai luhur filosofi yang dikandungnya sebagai upaya transmisi nilai-nilai warisan budaya leluhur kepada generasi berikutnya sekaligus menjadi salah satu bentuk konservasi budaya khususnya permainan tradisional sebagai warisan budaya Nusantara yang perlu tetap di lestarikan sebagai ciri bangsa Indonesia.

Selain daripada itu Festival KAULEM 2015 ini diharapkan nantinya akan menjadi event budaya tingkat propinsi Jawa Barat yang akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun sehingga dapat pula dijadikan sebagai salah satu atraksi wisata yang akan menarik perhatian para wisatawan untuk berkunjung ke daerah Jawa Barat.

Pada kesempatan yang berbahagia ini Festival KAULEM 2015 dilaksanakan tanggal 6, 7 dan 8 Oktober 2015 dengan mengambil tempat di Aula Timur Kampus ITB Jalan Ganesha No. 10 – Bandung, berkenan memberikan sambutan pada acara tersebut Dekan FSRD ITB Bapak Dr. Imam Santosa, M.Sn., Rektor ITB diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Alumni dan Komunikasi ITB Bapak Dr. Miming Miharja, ST.,M. Sc. Eng, Disparbud. Propinsi Jabar Bapak. Drs. Nunung Sobari, MM, dan Wakil Guberur Jawa Barat diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Bapak Dr.Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc. Dalam sambutannya semua memberikan apresiasi yang sangat luar biasa atas terlaksananya kegiatan Festival Kaulinan Urang Lembur (KAULEM) 2015. Pembukaan secara resmi dilakukan bersama dengan melakukan prosesi adat “tutunggulan” atau menumbuk padi menggunakan alu pada lesung.

Tema Festival KAULEM 2015 adalah:

FESTIVAL KAULEM 2015 sebagai media transmisi nilai-nilai filosofis luhur yang terkandung dalam permainan tradisional dari generasi sebelumnya kepada generasi muda sehingga akan tetap ada sebagai ciri budaya bangsa.

Sebagai pelaksana dari kegiatan Festival KAULEM 2015 ini adalah Komunitas Hong pimpinan Bpk Zaini Alif, SSn. MDs yang dikenal sebagai kelompok masyarakat yang sangat concern dalam menggali, meneliti dan mengembangkan permainan tradisional Nusantara, yang kiprahnya sudah dikenal luas hingga ke manca negara.

Untuk pameran yang terbuka bagi masyarakat umum ini, pengunjung dapat mengetahui sejarah asal muasal dari satu jenis permainan, nilai filosofi yang dikandungnya, cara memainkannya dan manfaatnya bagi pemain secara fisiologis dan psikologis.

Sementara dalam kegiatan Pasanggiri Kaulinan Urang Lembur dalam Festival KAULEM 2015 ini akan diperlihatkan bagaimana kreativitas masing-masing peserta dalam mengolah berbagai jenis permainan tradisional yang dipertontonkan dalam format pertunjukan yang dilakukan di atas pentas dihadapan para juri yang terdiri dari akademisi (Prof.Dr. Setiawan Sabana, M.F.A.), pemerhati (Dr. Aming D Rachman) dan praktisi budaya (Nano Muda, M.Sn).

Bagi para peserta yang berhasil menampilkan performa terbaiknya, maka akan ditetapkan sebagai pemenang kesatu hingga ketiga dan pemenang harapan, yang mana masing-masing akan mendapatkan trophy dan uang pembinaan dengan total sebesar Rp. 35.000.000 (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah).

Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu media yang menghubungkan antara pemahaman budaya dengan pendidikan dan internalisasi nilai-nilai kearifan lokal serta sekaligus menjadi wahana pengenalan mainan dan permainan warisan budaya leluhur yang sarat akan nilai-nilai luhur dan akan menumbuhkan generasi penerus yang menghargai budayanya.

Konten pola pendidikan masyarakat leluhur yang terkandung dalam mainan dan permainan tradisional mengajarkan hal-hal yang dibutuhkan anak melalui dunianya yaitu bermain (ecoedutainment).

Berita Terkait