KK Ilmu-ilmu Kemanusiaan

kkik bigWebsite KK Ilmu-ilmu Kemanusiaan

Globalisasi telah membawa masyarakat dunia pada perubahan sosial yang sangat cepat dengan persoalan kompleks. Persoalan-persoalan tersebut pada dasarnya bersifat saling mengait (interconnected), baik pada taraf nasional (local) maupun pada taraf global. Berkaitan dengan hal tersebut, persoalan-persoalan yang terjadi di tengah masyarakat tidak cukup diatasi dengan satu bidang keilmuan untuk menyelesaikannya. Diperlukan kajian interdisiplin yang melibatkan banyak keilmuan yang secara holistik dapat menggambarkan, memetakan, dan memberi solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Untuk itu, kajian yang melibatkan ilmu sains, teknologi, seni, dan kemanusiaan sangat penting dilakukan. Sebagai contoh di lingkungan ITB, berdasarkan penjelasan tersebut, secara kontekstual dan konseptual ITB ke depan diharapkan mampu mencetak para lulusan yang andal dalam meningkatkan signifikasi setiap proses dan hasil sains, teknologi, serta seni yang terkait melalui peningkatan perilaku masyarakat yang bermanfaat bagi aspek penghidupan dan kehidupan bangsa Indonesia secara berkelanjutan di tengah kehidupan dan pergaulan global. Oleh karena itu, pengembangan model kajian atau keilmuan secara interdisiplin yang melibatkan sains, seni, teknologi, dan ilmu kemanusiaan sangat penting dalam menghadapi perubahan-perubahan masyarakat, baik lokal maupun global.

Ilmu kemanusiaan yang terdiri atas banyak ilmu seperti bahasa, komunikasi, sosiologi, agama, psikologi,dan kewarganegaraan memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan dengan sains, teknologi, dan seni. Misalnya, komunikasi sebagai sebuah sistem (communication system) berkaitan dengan sistem-sistem lain. Sistem komunikasi tidak dapat berjalan baik bila tidak ada sistem bahasa (language system) sebagai sumber dan kendaraan simboliknya. Lebih jauh lagi, sistem komunikasi tidak akan mungkin berjalan bila tidak ada sistem sosial (social system) yang di dalamnya berlangsung pertukaran pesan, bahasa,dan tanda. Demikian juga, sistem komunikasi tidak akan dapat berkembang apabila tidak didorong oleh perkembangan dalam sistem sains dan teknologi, khususnya teknologi komunikasi. Oleh karena itu, sistem komunikasi tidak akan berjalan jika tidak didorong oleh perkembangan seni dan desain.

Sebagai sebuah sistem, komunikasi tidak hanya berkaitan dengan sistem budaya, tetapi “ada” dalam sistem budaya itu yang memberinya konteks. Sistem komunikasi tidak hanya berkaitan dengan sistem budaya, tetapi juga bagian dari sistem budaya itu sendiri. Komunikasi merupakan sebuah “tindak budaya” yang berarti merupakan sebuah artikulasi dari kebudayaan. Meskipun demikian, komunikasi dan kebudayaan dapat saling memengaruhi. Komunikasi dibentuk oleh sistem kebudayaan, tetapi di pihak lain ia juga dapat mengubah kebudayaan itu sendiri.

Kebudayaan sebagai serangkaian model referensi yang berupa pengetahuan mengenai kedudukan kelompok secara struktural dalam masyarakat sehingga tingkah laku yang muncul merupakan respons terhadap pola-pola interaksi dan komunikasi di antara kelompok yang ada. Rangkaian model referensi tersebut didasari pada nilai-nilai budaya yang merupakan inti dari suatu kebudayaan. Nilai budaya terdiri dari pandangan hidup (world view) dan keyakinan (belief), keduanya dibungkus oleh etos (pedoman etika berkenaan dengan baik dan tidak baik). Dengan kata lain, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, resep-resep, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai manusia dan digunakan secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah laku dan tindakan-tindakannya (Suparlan, 1982:9).

Lingkungan sosial dapat memengaruhi tingkah laku dan tindakan manusia. Kondisi ini dapat kita rasakan pada saat sekarang ketika dekadensi moral kian marak di bumi Nusantara yang kita cintai ini. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya politik, ekonomi, teknologi, sosial, hukum, dan pemerintahan.

Untuk itu, perlu perhatian yang serius dari kita semua agar bangsa ini dapat terhindar dari masalah sosial yang dapat menimbulkan kerusakan di tengah masyarakat. Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua mengingat masalah sosial ini juga tidak terlepas dari pengaruh globalisasi. Sebagaimana diketahui globalisasi membawa dampak positif dan negatif. Jika ditinjau dari dampak positif, dapat menimbulkan pergeseran nilai-nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional dengan berkembangnya IPTEK. Masyarakat menjadi lebih mudah dan praktis dalam beraktivitas serta mendapatkan hasil produksi yang berkualitas yang ditandai dengan tingkat kehidupan yang lebih baik.

Dampak negatif dari globalisasi adalah pola hidup konsumtif yang menjurus kepada irasional, sikap individualistik, interaksi sosial berdasarkan untung rugi, gaya hidup yang mencontoh budaya luar, dan bertentangan dengan budaya lokal. Kesenjangan sosial, materialistik memiliki kecenderungan menghalalkan berbagai cara makin tinggi.

Berbagai permasalahan tersebut di atas tidak lepas dari kajian Ilmu Kemanusiaan. Seperti diketahui, Ilmu Kemanusiaan adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang bertujuan membuat manusia lebih manusiawi, dalam arti membuat lebih berbudaya, arif dan santun. Di dalam praktiknya di Indonesia, Ilmu Kemanusiaan masih sering tidak ditempatkan sebagai mitra dialog ataupun mitra riset oleh disiplin ilmu elsak, teknologi, dan seni, sehingga pemahaman atau kasus yang menyangkut manusia cenderung bersifat parsialistik.

Hal ini menjadi tantangan sekaligus kewajiban bersama di dalam upaya untuk memecahkan masalah lokal maupun global yang semakin kompleks. Kajian interdisiplin sains, teknologi, seni, serta kemanusiaan dalam banyak hal sudah tidak bisa kita hindari. Banyak persoalan yang memerlukan pemecahan masalah secara holistik, tidak hanya dari satu bidang keilmuan tertentu saja. Sudah saatnya kita melintas batas penyekat dan membuat keilmuan menjadi tidak ekslusif lagi. Sudah saatnya kita berpikir secara holistik di dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi, baik tingkat lokal maupun global.

RoadMap KK – IK.doc