Program Doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain

A. Pendahuluan
Program doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain merupakan lembaga tertinggi dalam pendidikan, penelitian dan pengembangan Ilmu Seni Rupa dan Desain. Bidang ilmu yang tercakup di dalamnya merupakan pendalaman atas rentang ilmu-ilmu seni rupa (seni lukis, seni grafis, seni patung dan seni keramik) dan ilmu-ilmu desain (desain produk, desain interior, desain komunikasi visual dan kriya) Ilmu seni rupa merupakan sari pegetahuan dan praktik seni rupa ditinjau dari aspek kreasi, diseminasi, persepsi, dan apresiasi.

Pendalamannya mencakup kajian-kajian yang bersifat filosofis, metodologis, analisis hingga evaluasinya dengan mempertimbangkan struktur pengetahuan lain yang terkait dengan bidang seni rupa, misalnya : bidang ilmu kemanusiaan, ilmu alam, ilmu sosial-budaya, ilmu rekayasa, ilmu sejarah, ilmu komunikasi, dan manajemen. Program ini merupakan lanjutan dari program magister Seni Rupa dan magister Desain yang sifat penyelenggaraannya terbuka dan terbatas bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan tinggi dalam pendidikan S-1 dan S-2 baik yang non seni rupa maupun yang dari seni rupa.

Jenjang pendidikan S-3 ditekankan kapada pendalaman tiga kemampuan ilmiah yang tinggi – analisis, sintesis dan evaluasi di bidang ilmu-ilmu seni rupa dan desain, untuk selanjutnya menghasilkan kualitas peserta program yang mampu melakukan riset dan pengambangan secara mandiri demi menyumbangkan suatu teori dan pengetahuan baru di bidang ilmu ini.

B. Tujuan Pendidikan
Peran penting keberadaan Program Doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain adalah sebagai wadah akumulasi studi terhadap pengetahuan maupun praktik seni rupa dan desain agar menuju terbentuknya ilmu seni rupa dan desain yang memberikan kontribusi secara kreatif dan inovatif pada unsur-unsur : (a) konsep/teori, (b) metodologi. (c) perangkat nalisis, (d) vocabulary, dan (e) karya/model.

Mampu memenuhi tuntutan stakeholders (pemerintah, institusi budaya, pendidikan tinggi dan masyarakat) agar hasil penelitian dan pengembangan bidang seni rupa dan desain menjadi suatu temuan yang bisa dipelajari, transferable, applicable, dan mampu diuji dalam mengantisipasi tuntutan kebutuhan masyarakat di tengah keragaman nilai budaya, serta cepatnya perubahan sains dan teknologi.

C. Bidang Kajian Program Doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain
Program Doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain mengkaji dan mengembangkan sisi logis dari perkembangan bidang seni rupa dan desain. Core keilmuannya adalah ilmu estetika dan komunikasi dengan permasalahannya yang bertautan dengan nilai-nilai (value laden) dan makna-makna dalam kehidupan manusia. Secara khusus core keilmuan ini dicagangkan dalam bidang ilmu dan praktik seni rupa dan desain.

Dalam bidang ilmu seni rupa kajian berkembang mengikuti paradigma kebudayaan di Indonesia yang kompleks. Secara prinsip ilmu seni rupa berurusan dengan merefleksikan, dan memproduksi makna-makna kehidupan manusia yang pluralistik. Dalam praktik berkesenian batas-batas kategori karya seni sudah mulai melebur, bahkan ungkapan rupa dalam seni rupa sendiri mulai menyatu dengan ungkapan gerak, suara, dan bentuk ungkapan rasa yang lain.

Dalam menanggapi fenomena inilah pendidikan tinggi seni rupa perlu melakukan penataan kembali struktur pengetahuan seni rupa di tingkat epistemologis, ontologist, teoritis, dan praktis untuk senantiasa memfungsikan dirinya sebagai pemandu nilai yang handal dalam perubahan nilai kehidupan masyarakat yang serba cepat dan sulit teramalkan.

Pada bidang ilmu desain, core estetika dan komunikasi semakin melebur sesuai dengan nature bidang ini yang interdisiplin. Sebagai suatu disiplin ilmu yang terbangun secara integrative antara ilmu seni, sains dan teknologi, lingkup kajian ilmu desain semakin berkembang dan meluas, sehingga kajiannya melebar melalui empat poros utama, yaitu : dunia manusia, artefak, lingkungan dan kemampuan memecahkan masalah. Selanjutnya kajian desain bisa beragam, antara lain : kajian desain dan kebudayaan, kajian desain dan factor manusia, kajian desain komunikasi visual, kajian bentuk dan ilmu bentuk, kajian desain ruang dan arsitektur, kajian desain produk, kajian desain interface dan sebagainya. Ilmu desain pada akhirnya tumbuh dengan menyerap prinsip-prinsip keilmuan bidang terkait untuk selanjutnya membangun wacananya sendiri, menajamkan konsep, teori, metodologi, perangkat anlisis dan vocabulary sendiri yang spesifik tentang desain (science of design).

D. Kurikulum
Stuktur Kurikulum Program Doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain

E. Kompetensi Lulusan
Kopetensi lulusan Program Doktor Ilmu Seni Rupa dan desain ditekankan pada kemampuan lulusan untuk melakukan riset mandiri melalui tahap analisis, sintesis, dan evaluasi yang intensif. Program Doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain mengemban misi sebagai pusat penelitian dan pengembangan tertinggi di bidang Ilmu seni Rupa dan Desain dengan menghasilkan dan meningkatkan mutu lulusannya sebagai berikut :

  1. Memiliki bekal sebagai seorang ilmuwan yang mampu melakukan riset mandiri di bidang ilmu seni rupa dan desain melalui penekanan kompetensi analisis-sintesis-evaluasi.
  2. Mampu mengidentifikasi permasalahan di bidang Ilmu Seni Rupa dan Desain serta untuk selanjutnya memetakannya dalam perkembangan mutakhir struktur ilmu pengetahuan terkait lainnya.
  3. Memberikan kontribusi pengetahuan baru di bidang Ilmu Seni Rupa dan Desain serta mampu mengkomunikasikan dan menerapkan pengetahuan tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, serta membuka pengembangan keilmuan di tahap selanjutnya.

Website Program Doktor (s3)