FSRD ITB Gelar Festival Musik Folklor Berbasis Aplikasi untuk Pelajar SMA/SMK se-Jawa Barat

BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Kelompok Keahlian Ilmu Kemanusiaan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) mengumumkan hasil “Inovasi Teknologi Digital Kultur Berbasis Web sebagai Aplikasi Penyelenggaraan Festival Budaya” di Aula Timur ITB pada Kamis, (14/11/2019) lalu. Bentuk pengumuman yang dilaksanakan cukup menarik, yaitu melalui Festival Vokal Grup Folklor Indonesia 2019 Tingkat SMA/SMK Se-Jawa Barat.

Peserta pada festival ini berasal dari berbagai SMA dan SMK se-Jawa Barat. Seluruh peserta melakukan seleksi melalui aplikasi Digital Kultur secara daring (online). Pada tahun ini, jumlah peserta yang mendaftar pada aplikasi mencapai 25 peserta. Kemudian dewan juri menyeleksi secara daring, dan dipilih tujuh finalis yaitu SMAN 5 Bandung, SMAN 10 Bandung, SMAN 12 Bandung, SMAN 1 Lembang, SMKN 3 Cimahi, SMAN 1 Katapang, dan SMAN 1 Baleendah untuk tampil pada babak grand final yang berlangsung di Aula Timur ITB. Babak grand final tersebut menghadirkan musisi dan artis nasional yaitu Erwin Gutawa dan Gita Gutawa, juga pakar keroncong dan musik folklor, yaitu Dr. Hery Supiarza sebagai tim dewan juri.

Menurut ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ranti Rachmawanti, M.Hum., festival ini menjadi indikator capaian luaran (output) dari riset inovasi Program Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Inovasi (P3MI) yang telah dilakukan, yakni produk inovasi dengan tingkat kesiapan teknologi yang telah mencapai level 8.

“Hal ini bermakna, bahwa Digital Kultur siap menjadi aplikasi penyelenggaraan festival seni budaya dan telah siap digunakan secara luas dalam industri kreatif khususnya pada bidang seni dan budaya,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Cecep Alba, MA., dari KK Ilmu Kemanusiaan ITB menyampaikan bahwa aplikasi Digital Kultur berbasis website ini merupakan perwujudan kerja sama antara Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, dengan KK Ilmu Kemanusiaan ITB.

“Proyek ini merupakan perjalanan panjang antara kedua belah pihak. Penelitian yang berjudul Inovasi Teknologi Digital Kultur Berbasis Web Sebagai Aplikasi Penyelenggara Festival Budaya ini merupakan tindak lanjut dari riset teknologi inovasi 2019 yang telah mendapatkan hak cipta dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Kegiatan ini dinilai sangat strategis dalam rangka memajukan dalam bentuk teknis penyelenggaraan acara berbasis kebudayaan,” ujar Dr. Cecep Alba, MA.

Pada acara grand final, setiap peserta menampilkan dua buah lagu, yaitu lagu Sabilulungan asal Jawa Barat sebagai lagu wajib, dan lagu daerah dari provinsi lainnya sebagai lagu pilihan. Seperti lagu Yamko Rambe Yamko, Cublek Cublek Suweng, hingga Sipatokaan. Dari ketujuh finalis yang tampil, diambil tiga finalis terbaik.

Acara ini ditutup dengan penyerahan hadiah kepada masing-masing pemenang yang diserahkan oleh dewan juri, yaitu Erwin Gutawa, Gita Gutawa, dan Dr. Hery Supiarza. Pemenang pertama diraih oleh SMK Negeri 3 Cimahi sebagai juara bertahan, kemudian disusul oleh SMA Negeri 1 Baleendah sebagai pemenang kedua, dan SMA Negeri 5 Bandung sebagai pemenang ketiga.

Reporter: Moch. Akbar Selamat (Manajemen, 2020)

Berita Terkait