Literasi Media dan Budaya

  • Akhir abad ke-20 ditandai dengan titik balik filsafat. Pusat peradaban manusia tidak lagi berpusat kepada filsafat yang meletakkan rasio sebagai basis dari eksistensi manusia (cogito ergo sum). Alih-alih demikian, filsafat didefinisikan menjadi “gerak kehidupan atau pengalaman keseharian manusia itu sendiri”. Pada titik ini, artikulasi pengalaman itulah yang menjadi penting. Pengalaman keseharian yang dalam modernisme diformulasi menjadi sistem kebudayaan, kini harus dikembalikan lagi kepada interaksi keseharian. Dalam situasi ini, posisi bahasa sebagai media artikulasi menjadi penting dan strategis. Filsafat bergerak dari rasio ke bahasa.
  • Teknologi informasi yang berkembang pesat menjadikan informasi, sebagai kontennya, mendominasi peradaban. Dari sinilah kemudian dikenal sebutan bagi abad mutkahir ini sebagai abad informasi. Galaksi digital tidak lain adalah “galaksi informasi”. Informasi hanya bisa diproduksi, didistribusikan, dan disirkulasikan oleh bahasa. Walhasil, abad informasi sesungguhnya adalah abad bahasa. Tentu yang dimaksud bahasa di sini dalam pengertiannya yang paling luas, bukan hanya sebagai ilmu (linguistics sciences), melainkan sebagai bidang kajian (linguistics studies) yang kompleks dan berkembang progresif.
  • Dengan demikian, kemajuan teknologi informasi sejatinya berhubungan timbal-balik dengan kecanggihan bahasa. Galaksi digital meniscayakan bahasa digital, yang secara lebih luas kemudian melahirkan literasi digital. Di situlah, studi atas teknologi informasi menjadi berbanding lurus dengan studi bahasa.
  • Dengan bahasa sebagai basis ontologinya, kajian tentang informasi akan mendalam dan meluas ke ranah media yang dengan itu kemudian menumbuhkan pola-pola perilaku, mengabstraksi gagasan, dan mengonstruksi makna serta nilai di dalam kebudayaan sebagai sistem pengetahuan sekaligus praktiknya dalam kehidupan keseharian.
  • Berlandaskan pemahaman filosofis dan teoretis demikian, KK-LMB berada di dalam ranah akademik yang memiliki fungsi dan peran emansipatorik di dalam perkembangan peradaban manusia.

bertujuan untuk melahirkan pakar/kritikus media & budaya berbasis bahasa. KK LMB memiliki tema besar penelitian, yaitu Discourse Analysis (Kajian Wacana), Cultural Studies (Studi Budaya), dan Language and Knowledge (Bahasa dan Pengetahuan). Fokus kajian Bahasa & Pengetahuan didasarkan pada teori linguistik terapan, strukturalisme, postruktural, dan semiotika. Adapun fokus kajian Wacana didasarkan pada teori media studies, psikoanalisis, dan analisis konten. Pada fokus kajian Studi Budaya didasarkan pada teori cultural studies, studi interdisiplin, dan hermeneutika. Dari ketiga topik tersebut selanjutnya dibagi-bagi kembali ke dalam beberapa subtopik sesuai dengan minat masing-masing anggota KK di antaranya sebagai berikut.

Discourse Analysis

  1. Computer-mediated Communication
  2. Citra Media
  3. Language Policy and Planning
  4. Digital Culture
  5. Sociopragmatics
  6. Language and Microcopy
  7. Semiotik
  8. Language and Identity
  9. Critical Discourse Analysis

Cultural Studies

  1. Language and Society
  2. Pop Culture
  3. Internet Culture
  4. Identity and Culture
  5. Politik Kebudayaan
  6. Industri Budaya
  7. Psikologi Budaya
  8. Visual Sains

Language and Knowledge

  1. Sosiolinguistic
  2. Urban Linguistic
  3. Digital Literacy
  4. Critical Thinking
  5. Language for Specific Purposes
  6. Academic Language
  7. Corpus Linguistics
  8. Sociophonetics
  9. Forensic Linguistics
  10. Biological Linguistics
  11. Psycholinguistics

Sumber daya yang ada pada Kelompok Keahlian Literasi Media dan Budaya terdiri atas 10 dosen dengan 4 doktor dan 6 magister yang berlatar belakang pendidikan linguistik, literasi, media, dan budaya.

No Nama Keahlian
1 Dr. Tri Sulistyaningtyas Sosiopragmatik dan Media
2 Dr. Dana Waskita, M.App.Ling. Corpus linguistik
3 Lusia M. Nurani, Ph.D. Linguistik etnografi
4 Dr. Bambang Supriyanto, M.Ed. TESOL. TESOL
5 R. Sri Wachyuni, M.Psi. Psikologi Komunikasi
6 Muchsonah, M.Ed. App.Ling. Linguistik Terapan
7 Untari Gunta Pertiwi, M.Pd. Literasi digital, literasi kritis, English for academic purposes
8 Yani Suryani, M.Hum. Sosiofonetik
9 Ferry Fauzi Hermawan, M.Hum. Media, Internet, dan Budaya kontemporer
10 Linda Handayani Sukaemi, M.Hum. Budaya kontemporer